Emha Ainun Nadjib Tentang Kasus Monas

excerpt from Padhang Mbulan

Kepada Jamaah Maiyah tentang Kasus Monas

  1. Kasus Monas hanya salah satu output kecil dari rekayasa
    besar panjang suatu kekuatan sistem, keuangan, struktur politik global
    dan jaringan ideologi global – yang menghalangi jangan sampai Indonesia
    bangkit, jangan sampai bangsa Indonesia membangkitkan keunggulan dan
    ketangguhannya, serta jangan sampai muncul kepemimpinan dunia atas
    watak Islam Indonesia yang damai, hangat dan kaya budaya.

  2. Bangsa
    Indonesia, NKRI dan Ummat Islam Indonesia sudah, sedang dan akan terus
    dikurung oleh tipudaya ekonomi dan politik, oleh pengkonyolan
    kebudayaan, pendangkalan tafsir Agama, infiltrasi wacana dan ideologi
    penghancur kemanusiaan, serta adu domba antar kelompok, segmen dan
    strata.

  3. Dalam bahasa Maiyah: setiap munculan ‘cahaya’ pasti
    dimusnahkan, minimal ditutupi atau tak diberi peluang sejarah –
    sebagaimana Gerakan Maiyah sendiri selalu ditolak oleh arus besar yang
    mengungkung perikehidupan bangsa dan masyarakat Indonesia.

  4. Kebodohan
    umum dijadikan alat utama “penggelapan cahaya” itu, sehingga masyarakat
    tertindas justru secara samar dijadikan pelaku penindasan atas diri
    mereka sendiri, melalui kebodohan massal yang membuat mereka bertengkar
    satu sama lain.

  5. Para JM hendaknya membangun dan
    mempertahankan kemandirian tafsir atas tema-tema seperti pluralisme,
    toleransi antar agama, multikulturalisme dll yang dijadikan alat
    tipudaya massal.

  6. Para JM tidak memerlukan nasehat atau
    instruksi untuk tidak melakukan kriminalitas fisik, psikologis maupun
    rohaniyah. JM juga sangat dewasa untuk menjaga diri tidak terlibat
    pertengkaran atas dasar ketiadaan ilmu dan pengetahuan tentang pemetaan
    masalah yang sedang berlangsung.

  7. Seluruh tipudaya
    sejarah atas bangsa Indonesia dan Ummat Islam itu hanya bisa diatasi
    oleh intervensi Allah dan syafaat Rasulullah, dan semua JM sudah tahu
    jalan menuju arah itu. Jika Allah tidak menolong bangsa dan ummat,
    insyaallah mustahil Ia tidak mendengarkan kerinduan dan dambaanmu,
    serta Ia mememuhi janji untuk menshalawatimu sebagai balasan atas
    shalawatmu tiap saat kepada Muhammad saw kekasih-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s