Lingkaran Setan


Survey-Desain-Tender-Konstruksi-Supervisi-Audit/Survey.
Sebuah lingkaran, yang sebut saja “Lingkaran Konstruksi”

Praktisi proyek-proyek Sipil pasti sangat familiar dengan lingkaran tadi. Anggaplah lingkaran tadi seperti melihat sebuah siklus ekologi. Dalam teori ekologi, apabila satu mata rantai saja mengalami ketidak-beresan, maka sebenarnya terjadi perubahan ekologis yang amat sangat serius sedang terjadi. Maka pemanasan global yang sedang terjadi, menyebabkan banyak keong-siput yang bermigrasi mencari tempat yang lebih aman dan nyaman bagi dirinya. Dan akibatnya, terjadi kecelakaan beruntun. Anda percaya?? Harus, sebab keong/siput tersebut dalam jumlah ribuan menyeberangi jalan yang sedang traffic jam, kemudian terlindas kendaraan yang lewat, dan jalan menjadi licin. Ini sering disebut sebagai “butterfly effect”. Yang sebenarnya menegaskan “proklamasi” Tuhan yang pernah berfirman “Sungguh, tiada yang Kuciptakan sia-sia”. Akan ada pengaruh dari segala hal yang kita lakukan, bahkan ketika kita sendiri tidak sedang dalam keadaan menyadari tindakan kita. InsyaAllah, kedipan mata dan helaan nafas. Atau lebih rahasia lagi, prasangka dan desiran hati. Tapi, ini untuk lain kali saja.

Semoga apa yang aku tulis disini hanya pengalamanku saja, dan itu berarti 1 diantara berjuta proyek konstruksi. Apa yang aku alami adalah, dalam lingkaran itu, bukan hanya satu mata rantai yang mengalami disorientasi, malah bisa jadi semua mata rantai pembentuk lingkaran itu mengalami disorientasi. Survey untuk sebuah proyek seharusnya bisa menjadi pintu masuk dan “telinga” bagi semua aspirasi atau data yang dibutuhkan untuk proses berikutnya, Desain. Desain sangat tergantung pada kelengkapan data dari survey dan tentunya tingkat keilmuan si desainer. Jika desain sudah benar-benar masak, maka Tender pun dilakukan. Maksud dari tender tentunya untuk mendapatkan pelaksana pekerjaan desain yang benar-benar layak dan mampu sehingga nantinya diharapkan implementasi desainnya benar-benar memenuhi harapan. Dan yang paling wantah adalah pada pekerjaan Konstruksinya. Paling wantah “campur tangan” dan kuasa manusia, dalam artian bahwa manusia pelaksana konstruksi memeras segala daya upaya kreatifnya untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi dengan sebuah “prinsip ekonomi”, bahwa dengan modal sekecil-kecilnya mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Terlepas dari kesalahan teramat sangat fatal dari prinsip ekonomi ini (menurutku, dan ini untuk lain kali juga), seringkali “meghalalkan” apapun saja. Tidak ada tempat bagi sebuah rasa kemanusiaan, yang dalam bahasa telanjangnya adalah berani dengan sadar untuk rugi, karena ada yang terdzalimi. Adalah sebuah rahasia umum pula bahwa dalam proses konstruksi, melakukan apa saja untuk “mempengaruhi” proses pengawasan, supervisi dan audit.

Anggaplah ketika survey, ada kendala besar sehingga sebenarnya tidak ada dasar meneruskan ke proses berikutnya. kemudian miskin-nya data untuk desain yang tetap dipaksakan untuk terus jadi. Tender yang sudah ada bartendernya. Proses konstruksi yang terkadang menunda pembayaran buruh karena uangnya sedang dipakai untuk meng-entertain supervisor/auditor.

Sebuah lingkaran setan, bukan ??

Tapi tak perlu khawatir, sebab semua hal ini adalah proyek-proyek dimana hanya ada aku di dalamnya. Mungkin sudah jadi bawaan lahir, bahwa dimana ada aku, pasti proyek itu menjadi sebuah lingkaran setan. Dan alhamduliLlah, dengan begitu banyaknya proyek dimana aku tidak ada di dalamnya, maka cerita yang tadi aku kisahkan adalah sebuah anomali. Sebuah satu diantara sejuta.

Tapi, tolonglah aku ini. Bentaklah, nasehatilah agar sedikit saja aku punya keberanian untuk mateg aji untuk tidak menjadi bagian dari lingkaran setan itu, untuk memutus salah satu mata rantainya. Tolong!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s