Sumenep adalah nama satu kabupaten (dari 4 kabupaten) yang berada di ujung paling timur Pulau Madura, yang asalnya merupakan salah satu kadipaten yang paling berpengaruh atas lahirnya Kerajaan Majapahit, berkaitan dengan sang Adipati, Aryo Banyak Wedi bergelar Arya Wiraraja.
Asal usul nama SUMENEP
Nama SUMENEP yang dikenal saat ini adalah perubahan pengucapan dari kata aslinya, yakni SONGENNEP. Perubahan nama ini ditengarai terjadi pada masa penjajahan Belanda, di permulaan abad 18 (sekitar tahun 1700-an). Beberapa enkripsi tentang nama Sumenep ini ditemukan pada beberapa kepingan mata uang kuno terbitan pemerintah Hindia Belanda. Perubahan nama ini, di

enkripsi kata Sumenep dalam tulisan Arab yang ditemukan pada uang logam kuno terbitan Pemerintah Hindia Belanda
samping untuk kemudahan pengucapan, juga salah satu upaya Belanda menanamkan eksistensinya, seperti halnya Belanda mengubah nama kota Jayakarta menjadi Batavia.
Asal kata SONGENNEP
Kata SONGENNEP sebagai asal kata dari SUMENEP, bisa dilacak melalui sebuah naskah kuno, yakni Pararaton, yang menyebut kata Songennep untuk sebuah wilayah di Madura. Berdasarkan etimologis-nya, kata Songennep bisa berarti :
- Song (dalam bahasa Kawi berarti relung, rongga) dan Ennep (yang berarti mengendap / tenang)
- Song (yang berarti sejuk / rindang) dan Ennep (yang berarti mengendap / tenang)
Dari etimologis tersebut, beberapa ahli bahasa menyimpulkan bahwa Songennep berarti “lembah bekas endapan yang tenang”. Dari definisi ini, bisa diduga bahwa Songennep secara natural adalah endapan dari sebuah bentang alam yang sebelumnya pernah ada yang akhirnya membentuk bentang alam Sumenep yang ada sekarang. Jika benar demikian adanya, maka ada bentang alam otentik dan asli yang akhirnya “tertimbun” oleh material baru yang mengendap dengan tenang saat ini.